Lihatlah aku dengan cinta
Ayah bunda aku sayang kalian, aku cinta kalian, aku sedih saat kalian marah, aku tak mau membuat kecewa, aku ingin...
1000361776.jpg
Ayah bunda.. Asesmen Sumatif Akhir Semester Ganjil 2025. Hari yang mendebarkan telah tiba. Ayah bunda, maafkan kami anakmu..
Maafkan jika kami belum bisa membahagiakanmu seperti yang kau harapkan. Maaf jika sering membuatmu kecewa, membuatmu marah, membuatmu sedih. Maaf jika nilaiku tidak seperti yang kau harapkan. Aku sangat menyayangimu. Itulah hal yang sebenarnya ada dihati anak-anak tak bisa mereka katakan secara langsung.
Ayah bunda.. Mereka semua adalah bintang. Mereka akan bersinar disaat yang tepat. Mereka adalah harapan kita, penyejuk hati kita. Doa dan cinta kita yang akan membersami mereka selamanya. Mereka sudah berusaha dengan baik, berusaha dengan gigih. Namun kemampuan mereka berbeda. Terkadang mereka salah jalan, mereka terlihat menjengkelkan, tidak patuh dengan apa yang kita inginkan. Tapi itulah bentuk ekspresi mereka.
Ayah bunda.. nilai raport yang saat ini ada di tangan hanyalah kumpulan angka. Jika mereka menjadi rangking itu hanyalah bonus. Namun jika mereka tidak bisa menjadi rangking kelas seperti yang kau harapkan, ingatlah tujuanmu menyekolahkan kami untuk mencari ilmu. Bukan untuk mendapat nilai yang sempurna. Raport ini sebagai bentuk refleksi bersama baik bagi anak-anak, orang tua, maupun kami sebagai pendidik. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam membimbing anak-anak. Namun peran ayah bunda dirumah adalah kunci keberhasilan pendidikan.
Ayah bunda, izinkan kami menitip pesan yang pertama mohon dampingin anak-anak belajar. Hargai setiap proses, bukan hasil, dorong mereka untuk terus mencoba meskipun hasil belum sempurna. Tunjukan bahwa usaha mereka lebih berharga dibandingkan dengan angka yang ada di raport ini. Mereka sudah berusaha dengan baik. Ada yang menunjukan kepedulian yang tinggi terhadap teman, ada yang sudah mulai berani berpendapat, ada yang mulai rajin, dan hal-hal positif lainnya. Jangan patahkan semangat dan hatinya 🥹
Selama membersamai anak-anak maaf atas segala kesalahan, kekurangan, maaf atas keegoisan, maaf atas bentakan, atas teguran dan amarah. Bukan berarti ibu tak sayang, namun kadang kita perlu belajar dari anak panah. Kita perlu menarik mundur dengan ujian, kecewa, dan kegagalan bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk melambungkan mereka lebih tinggi.
Berbaik sangkalah pada ketetapanNya disetiap kejadian pasti ada hikmah yang tersimpan, dan semua pengalaman sebagai guru terbaik dimasa depan. Ayah bunda.. mari bersama sama mendorong lebih kuat lagi. Bersama mendidik mental kita pribadi, anak-anak dan juga menata kembali harapan semoga hari esok lebih baik..
#dari ibu yang beberapa bulan membersamai kesayangan ayah bunda di kelas 4B
https://youtube.com/shorts/F7-o1q5cP2s?si=6V0P0kjnZjMPc77t
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!